Tips Menemukan Influencer Yang Tepat

Industri influencer marketing di Indonesia tengah berkembang dengan pesat. Lantas, bagaimana tips untuk menemukan influencer yang tepat, sehingga akan berdampak positif bagi brand yang sedang kita bangun?



Apa yang dikatakan orang lain tentang sebuah brand menjadi lebih esensial, dibanding bagaimana brand menceritakan produk dan citranya sendiri. Hal inilah yang dikatakan Scott Cook, pendiri sekaligus CEO dari Intuit, sebuah perusahaan produsen perangkat blog lunak asal Amerika Serikat.


Perubahan ini digadang-gadang karena adanya peran dari platform media sosial dan pertumbuhan Influencer yang pesat. Seorang Influencer dengan basis follower yang besar, seakan memiliki daya tarik bagi para konsumen untuk dijadikan patokan atau pengambilan keputusan untuk membeli suatu produk dari brand tertentu.

Teknik ini sebenarnya sudah lama dikenal sebagai content marketing yang mengandalkan word-of-mouth atau pemasaran dari mulut-ke-mulut.

Nyatanya, content marketing online dengan teknik seperti ini menjadi salah satu strategi marketing yang ampuh di Indonesia.


Fenomena ini lantas disambut baik oleh brand sebagai salah satu tool pemasaran disamping menggunakan media sosial dan iklan berbayar. Namun, pertanyaannya bagaimana sebuah brand bisa menemukan Influencer yang tepat?


Belum ada makna baku terhadap arti kata ‘Influencer’, namun yang dapat kita pahami bersama adalah bahwa Influencer merupakan pengguna media sosial yang telah mempunyai kredibilitas dan memiliki audiens yang luas. Influencer juga dapat dikategorikan sesuai platform media sosial yang ia gunakan, seperti Influencer YouTube, Influencer Instagram, dan bahkan Influencer TikTok. Selain itu, Influencer juga memiliki term yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya sebagai KOL atau Key Opinion Leader, Selebgram, Content Creator, Blogger, Kreator Digital, dan masih banyak lagi sebutan lainnya. Lewat kharismanya atau nilai-nilai yang ia bawa, seorang Influencer juga dapat memengaruhi perspektif para followers-nya sehingga bisa satu frekuensi dengannya. Yang perlu diingat, peran Influencer berbeda dengan Brand Ambassador. Seorang Influencer dapat mempromosikan produk, namun ia bukanlah juru bicara sebuah brand, sehingga ia tidak dapat dikatakan sebagai perpanjangan tangan dari brand yang bersangkutan.


Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan jika kamu ingin mendapatkan Influencer yang tepat. Di antaranya adalah:


1. Cari Influencer yang relevan dengan target customer.


Kamu mungkin penggemar dari seorang Influencer tertentu. Namun, ketika personal branding dari Influencer tersebut tidaklah relevan dengan target customer-mu atau tidak sesuai dengan brand image yang ingin kamu bawa, maka kamu bisa menghapus Influencer tadi dari list Influencer potensial yang bakal kamu ajak untuk bekerjasama mempromosikan produkmu. Misalnya, produk dari brand-mu adalah makanan, oleh karenanya kamu harus mencari Influencer yang juga sering posting review tentang produk makanan, bukannya Influencer yang memfokuskan personal branding-nya di bidang kecantikan. Hal ini penting untuk kamu perhatikan, mengingat setiap Influencer memiliki value dan basis penggemarnya masing-masing.


Ada alasan mengapa banyak orang mem-follow akun seorang Foodies (Influencer di bidang kuliner). Itu karena Foodies tersebut memiliki konten review kuliner yang dipercaya, sehingga orang-orang yang memang ingin membeli produk makanan, akan lebih percaya terhadap Foodies daripada seorang Influencer di bidang kecantikan tadi.

2. Pastikan konten yang diproduksi otentik.


Selain memiliki personal branding di satu bidang tertentu, alasan lain yang membuat para followers-nya percaya adalah karena konten-kontennya yang memang otentik dan dapat dipercaya, bukannya narasi template yang terdengar seperti iklan. Semakin sering Influencer memposting sebuah konten sebenarnya bukanlah poin penting. Viewers dan engagement rate dari Influencer tadi memang terlihat tinggi, namun lagi-lagi kualitas konten juga menjadi hal yang penting. Influencer yang terlalu sering memposting konten dan menerima jasa endorsement biasanya selalu memakai narasi yang mirip dan terkesan template. Jika menemukan Influencer yang seperti ini, kami perlu menilai lagi, apakah kamu perlu memakai jasanya atau tidak.


3. Cari tahu seberapa aktif mereka di media sosial.


Influencer memang bukanlah brand ambassador, namun ia secara tidak langsung akan membantu audiens untuk mengenal lebih jauh tentang produk yang di-endorse. Meski seberapa seringnya Influencer memproduksi konten bukanlah hal yang terpenting, namun konsistensi jumlah postingan yang diunggah tiap harinya juga akan mempengaruhi audiens untuk selalu berkunjung ke laman media sosial Influencer tadi. Selain itu, perhatikan juga jumlah likes, comment dan shares yang didapat dari Indluencer. Kesuksesan brand untuk meraih audiens yang lebih besar, dan menjadikannya sebagai potential customer juga mau tidak mau ditentukan dari seberapa engage Influencer dengan para followers-nya.


4. Gunakan jasa Influencer Management.


Jika kamu masih awam tentang dunia Influencer di Indonesia, jangan ragu untuk menggunakan Influencer Management yang terpercaya. Seperti Digital Creator Network misalnya. Meskipun DCN merupakan Influencer Marketing Hub baru, namun DCN sudah berhasil bekerjasama dengan para Influencer kenamaan negeri. Sebut saja seperti Ririn Ekawati, Jovi Adighuna dan lain sebagainya. Selain menghadirkan Influencer kredibel, kamu juga bisa tentukan sendiri Influencer yang ingin kamu ajak kerjasama berdasarkan engagement rate-nya serta dapat disesuaikan dengan budget dan image brand yang kamu miliki.


Sumber gambar:

20 views0 comments

Recent Posts

See All

Services

Instagram Influencer

Follow

  • Facebook
  • Instagram
  • LinkedIn